Oknum RT Diduga Dalang Bisnis BBM Bersubsidi Ilegal Di Kampar, APH Diduga Tutup Mata

Oplus_131072

RibakNews.com (Kampar) –Aktivitas bongkar BBM bersubsidi disebuah gudang yang diduga dijadikan tempat penimbunan minyak BBM Bersubsidi diduga milik oknum RT berinisial SI yang berlokasi di Jalan Lindai Kecamatan Tapung Hulu, Kab Kampar.

Adanya aktivitas tersebut, didapat berdasarkan informasi yang dihimpun. aktivitas bisnis BBM bersubsidi tersebut diduga sudah beroperasi puluhan tahun, namun hingga sekarang belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Awal temuan Wartawan pada hari Sabtu (11/10/25), ditemukan tiga unit mobil pick up, dua unit sedang bongkar BBM bersubsidi jenis bio solar dan pertalite, satu unit bermuatan jerigen kosong.

Didalam gudang  ratusan jeregen tersusun rapi berisi BBM bersubsidi jenis bio solar dan pertalite.

Selain itu, ditemukan dua orang yang mengaku hanya pekerja.

“kami hanya pekerja bosnya didepan bang,” ujarnya.

Tak beberapa menit SI datang mengaku pemilik aktivitas bisnis BBM bersubsidi tersebut. Dia mengaku bahwa dirinya adalah agen tunggal di daerah itu.

“kalau saya dikenal disini, Supri, karena yang ku isi agen,” ungkapnya.

Guna mengetahui alamat lokasi, SI menyebut RT 2 dan mengaku sebagai RT lokasi sekitar.

Saat digali sumber BBM bersubsidi tersebut dari mana didapatnya, SI mengaku BBM bersubsidi jenis bio solar di dapat dari SPBU Sumber Sari Tapung Hulu dengan cara melangsir.

Sementara, sumber BBM bersubsidi jenis pertalite SI terkesan merahasiakannya darimana didapatnya. Menurut SI pertalite bukan merupakan masuk kategori minyak subsidi.

“Sebetulnya barang pertalite ini bukan subsidi Ini, penegasan Ini,” sebutnya.

Diketahui, dugaan kuat SI mendapatkan BBM bersubsidi secara ilegal hingga melakukan aktivitas bisnis penimbunan.

Tak berhenti disitu demi mengetahui asal usul BBM bersubsidi jenis pertalite tersebut, hari kamis (24/10/25), Tim Media kembali menyambangi lokasi aktivitas bisnis penimbunan BBM bersubsidi tersebut . Namun SI tidak berhasil ditemukan, sementara aktivitas tersebut masih berlangsung seperti temuan pertama.

Ironisnya, besok harinya (25/10/25),  SI menghampiri rumah salah satu Tim Media bersama seorang wanita (istri) menggunakan mobil Avanza warna hitam terkesan mengintervensi atas investigasi Wartawan dengan menyampaikan apa tujuan wartawan datang kembali kelokasi aktivitas bisnisnya.

“aku menanyakan perihal datang kesana (tempat aktivitas bisnis BBM bersubsidi/Red), kok datang lagi,” tanya SI dengan nada tinggi.

Diharapkan penegak hukum dapat mengambil langkah tegas dan melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik perbuatan melawan hukum tersebut.

(Ir. Habeahan).