Prabowo Tidak Hadir Bela Rakyat Rohil, Tiga Desa Turun Blokir Pembuangan Air PT SS

RibakNews.com (Rohil) —Ratusan masyarakat dari tiga desa di kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan penutupan sejumlah pembuangan air dari PT. Sendora Seraya.

Aksi itu merupakan salah satu bentuk kekesalan masyarakat kepada PT. Sendora Seraya karena hingga kini belum lagi memenuhi tuntutan masyarakat seperti penyerahan plasma 20 persen dari jumlah areal HGU yang dikelola oleh PT. Sindora Seraya di wilayah Kecamatan Batu Hampar.

Selain itu, menurut masyarakat pembuangan air dari areal PT. Sindora Seraya juga menimbulkan masalah banjir di pemukiman masyarakat Bantaian setip tahunnya.

“Terjadinya kegiatan penutupan tali air ini karena beberapa kali kami melakukan pertemuan dengan PT. Sindora Seraya di Kantor DPRD tapi permasalahannya mentok tidak ada penyelesaian. Bahkan sampai lima kali pertemuan, namun tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan tersebut. Jadi yang kami tuntut itu adalah karena setahun dua tahun yang lalu terjadi kebanjiran di Bantaian. Perusahaan ini seenak-enaknya saja waktu panas musim kemarau parit-paritnya mereka tutup semua supaya tidak kebakaran, setelah banjir mereka buka, begitulah sifat perusahaan ini,” kata salah satu perwakilan dari masyarakat Bantaian saat di wawancara wartawan, Kamis (25/12/2025).

Di lokasi penutupan tali air itu masyarakat Bantaian juga mengungkapkan bahwa, keberadaan PT. Sindora Seraya di tempatnya dinilai sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun kepada masyarakat.

“PT. Sindora ini sudah 23 tahun disini tidak ada memikirkan masyarakat, bahkan jalan dikasi plang tidak diperbolehkan masyarakat masuk. Jadi konflik ini sudah lama bukan baru ini aja. Jadi yang kami tutup ini adalah tali air menuju ke Bantaian lantaran mereka PT. Sindora tidak mau menutupnya jadi kami paksa tutup, ini sungai kami tidak ada yang bisa melarang kami menutupnya, kalau mereka mau mengeluarkan air buat sungai sendiri. Kalau tali air yang sudah kami tutup ini dibuka oleh pihak perusahaan akibatnya lebih fatal dari ini,” ungkapnya.

Selain persoalan itu, ada lagi permasalahan kebun plasma yang hingga kini belum direalisasikan oleh PT. Sendora Seraya kepada masyarakat.

“Intinya dari masyarakat sudah ada itikad baik. Terkait persoalan ini kami masyarakat sudah mengadu kepada DPRD dan Pemda setempat tapi tetap masih diabaikan oleh pihak perusahaan, katanya telah terealisasi plasma 20 persen itu, sementara kami belum dapat apa-apa, lahan yang diserahkan kepada kami itu lahan KKPA lahan masyarakat, ini lahan kami jangan bilang ini lahan PT Sindora, tidak ada mereka menyerahkan lahan, ini lahan desa masyarakat punya, ” kata Roni warga Bantaian.

Dijelaskan, waktu itu masyarakat tidak punya dana untuk mengolah lahan tersebut dengan kesepakatan PT. Sindora yang mengelola dengan sistem utang dengan perusahaan tapi pengelolaan lahan masyarakat tidak terlaksana pembangunannya, terus gagal.

“Jadi sudah 23 tahun perusahaan disini tidak ada manfaatnya kepada masyarakat hanya korban banjir sama kami dibuang semua. Contoh masyarakat memperbaiki jalan untuk mengeluarkan sawit tapi dilarang sama perusahaan, jadi kami nilai tidak ada itikad baik perusahaan yang diperbaiki hanya jalan mereka saja, perusahaan ini parah sekali, ujar Roni, kecewa.

(Y_G).