RibakNews.com (Pekanbaru) — Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro-Jokowi (PROJO) Provinsi Riau. Di tengah menurunnya kualitas udara yang diduga berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Projo Riau bergerak cepat turun ke jalan membagikan 7.000 masker gratis kepada masyarakat pengguna jalan di Kota Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).
Aksi sosial tersebut dipusatkan di simpang Bundaran Zapin, tepat di depan Kantor Gubernur Riau. Ribuan masker dibagikan langsung kepada pengendara maupun masyarakat yang melintas sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara yang mulai mengkhawatirkan.
Menariknya, sebanyak 7.000 masker yang disiapkan Projo Riau dilaporkan habis hanya dalam waktu sekitar satu jam. Antusiasme masyarakat menerima masker tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan kualitas udara bukan sekadar isu, tetapi telah menjadi perhatian warga yang beraktivitas di ruang terbuka.
Ketua DPD Projo Provinsi Riau, Dodi Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika masyarakat membutuhkan.
“Sesuai arahan Ketua Umum Projo, Bapak Budi Arie Setiadi, bahwa Projo harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Setiap kegiatan yang kita lakukan harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat,” ujar Dodi.
Menurut Dodi, pembagian masker bukan sekadar kegiatan seremonial. Projo Riau ingin menunjukkan bahwa organisasi harus mampu menerjemahkan semangat pengabdian dalam bentuk aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hari ini kita melihat kondisi udara yang kurang baik. Karena itu kita memilih bergerak cepat dengan membagikan masker kepada masyarakat. Jangan sampai kita hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi tidak melakukan sesuatu yang manfaatnya bisa langsung dirasakan rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Projo Riau akan terus berupaya menjalankan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pesannya jelas, Projo harus tetap bermanfaat buat rakyat. Ketika masyarakat membutuhkan, kita harus hadir. Tidak harus menunggu momentum besar. Hal-hal sederhana sekalipun, kalau manfaatnya dirasakan masyarakat, itu jauh lebih penting,” lanjut Dodi.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian Projo Riau terhadap masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Selain membagikan masker, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran Projo Riau untuk mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua DPD Projo Riau Dodi Kurniawan, Bendahara DPD Nata Hedy Nyo, serta sejumlah wakil ketua bidang, di antaranya Ibnu, Cristian, Ica, Wildan, hingga Tp. Batubara.
Turunnya jajaran pengurus langsung ke lapangan memperlihatkan bahwa aksi sosial tersebut tidak berhenti pada instruksi organisasi, tetapi diwujudkan dalam bentuk gerakan nyata.
7.000 masker, satu jam, dan satu pesan: Projo Riau ingin memastikan keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat.
Di tengah persoalan kualitas udara yang menjadi perhatian warga Pekanbaru, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap rakyat tidak selalu harus diwujudkan dalam langkah besar. Terkadang, sebuah masker yang diberikan tepat pada waktunya dapat menjadi bentuk sederhana dari kehadiran dan kepedulian.
Projo Riau “Setia Digaris Rakyat”.
(Ir. Habeahan, SH).










