Kalangan Jurnalis Dumai Minta Kapolri Segera Tutup Dan Tindak Tegas Gudang Penampungan CPO Ilegal Terbesar Di Kota Dumai

RibakNews.com (Dumai) –Kalangan gabungan profesi jurnalis se-Riau meminta kepada Bapak Kapolri untuk segera menutup praktek gudang penampungan CPO ilegal Dan Tindak Tegas pemilik gudang yang kian marak menampung CPO Ilegal Di Kota Dumai.

Investigasi lapangan selama 2 hari perjalanan dari kota Dumai Menuju kota Pekanbaru Provinsi Riau l, pada Minggu (23/06), kemarin tanpa masuk jalur Tol, lewat jalur jalan belakang lintasan seperti biasa terpampang jelas potret kehidupan Maraknya Praktek Aktivitas gudang penampungan CPO ilegal merebak tanpa ada tindakan tegas Aparat Penegak hukum (APH).

Akibat dampak maraknya Mafia CPO ILEGAL yang kian menjamur dan marak di Kota Dumai, menjadi perhatian serius di kalangan profesi jurnalis serta tidak adanya tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum (APH), di Wilayah Hukum Polres Dumai, bak ibaratkan seperti tidak adanya Aparat penegak hukum di Kota Dumai.

sementara semakin tambahnya praktek gudang mirip tumbuh Menjamur banyak gudang CPO ILEGAL Di Kota Dumai yang kian meresahkan masyarakat beserta kalangan profesi jurnalis, Pasalnya bukan semakin dapat diatasi melainkan terjadi pemanfaatan oleh oknum yang mengaku juga seorang wartawan atau jurnalis yang membeck-Up tempat ilegal tersebut menjadi hiruk pikuk pergunjingan di kalangan publik.

bukanlah rahasia umum lagi dikalangan Publik dan Aparat Penegak Hukum bahkan terlihat jelas sudah terkondisikan tempat pemilik MAFIA CPO TERBESAR LAUT dan DARAT dengan sangat bebasnya beroperasi dan melakukan aktivitasnya tanpa ada rasa takut.

Besar kemungkinan adanya praktek oknum pemilik gudang penampungan CPO ilegal Mulus dukungan dari oknum pembeking/PembeckUp telah terkoordinir dengan baik melalui setoran upeti bulanan di karena kan ada yang membeckupnya, bahkan mereka berbagai cara agar melakukan praktek suap agar tidak tersentuh hukum.

Setelah ditelusuri bersama Team Media oleh Team yang melakukan investigasi ke gudang penampungan CPO ilegal banyak mendapatkan bukti jelas pihak oknum pemilik gudang penampungan CPO ilegal mengatakan telah berkoordinasi kepada pihak terkait termasuk jalur’ pembeking turut andil di ajang memuluskan bisnis penampungan CPO ilegal.

Team media Online tergabung se-Riau, salah satu contoh nyata mengkonfirmasi inisial TB mengakui , TB yang di tugaskan di bagian keuangan gudang penampungan CPO ilegal, “Bila ada yang datang ke gudang tetap kami layani dan memberikan sejumlah uang, atas perintah bos pemilik gudang kami,” ucap TB kepada Team media.

Yang berlokasi gudang penampungan CPO ilegal milik bos si TB ,ketika team media mampir sebentar mengali informasi untuk berita Pasca melintas di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur Wilayah hukum polres Dumai Provinsi Riau,

Kemudian terlihat Jelasnya praktek gudang penampungan CPO ilegal di lakukan Persis armada pengangkutan CPO terparkir berjejer menunggu antrian panjang untuk menjual barang muatan CPO mampir ke gudang si TB tersebut.

Tanpa hambatan praktek gudang penampungan CPO ilegal dengan bebasnya beraktivitas dan beroperasi di sepanjang jalan perlintasan Kota Dumai itu terkesan tak tersentuh pihak Aparat Penegak Hukum (APH), Kota Dumai.

Sampai pada saat tidak hanya Di Kota Dumai saja team media juga menyambangi tempat gudang penampungan CPO/MAFIA CPO TERBESAR LAUT & DARAT yang telah membuka usaha ilegalnya yang telah menjamur sampai ke Wilayah selain kota Dumai, Duri, Bengkalis, Kandis hingga menuju kota Pekanbaru, Provinsi Riau, yang di sebut saja layar tancap bebas hambatan bak jalan Tol mulus Bergerak.

Dari info yang diperoleh dari beberapa narasumber yang enggan disebut namanya bahwa Pengusaha pemilik dari CPO ILEGAL LAUT & DARAT ini bernama inisial NS, “Kalau untuk di Kota Dumai ini, dialah yang terbesarnya dan tidak pernah tutup dan di tangkap Aparat Hukum manapun, rasanya dia ada yang membeck-upnya, kalau tidak salah saya dengar seorang beberapa kaki tangannya oknum ada dari profesi jurnalis inisial PSR, yang membagikan ATENSI alias uang ke rekan media.

Hingga berita ini di publikasikan, AKBP Dhovan Oktavianton selaku Kapolresta Dumai enggan membalas konfirmasi wartawan terkait maraknya Penampungan CPO Ilegal Di Wilayah Hukumnya (Terkesan Bungkam).

(C45/Red).