RibakNews.com (Kampar) –Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kabupaten Kampar Provinsi Riau melakukan investigasi verifikasi pengaduan masyarakat atas matinya ribuan di sungai Kotuk (Sei Kotuk), yang terletak di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar hingga bagian sungai Kotuk yang terletak di wilayah Desa Petapahan, Selasa (22/07/2025).
Investigasi turun lapangan di pimpin langsung Kepala Dinas DLH Kampar Yuricho Efril, S.STP bersama Tim pengawas, Bidang Gakkum, bidang Labor DLH kabupaten Kampar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10:00 Wib hingga pukul 15:45 Wib.
Dilapangan tampak hadir perwakilan perangkat Desa Pantai Cermin, Tokoh masyarakat Desa Pantai Cermin, perwakilan pemuda, Bhabinkamtibmas Pantai Cermin, Humas PT. Pertamina Hulu Rokan(PHR), perwakilan management perusahaan PTPN V Sei Garo, perwakilan management perusahaan PT. Underson Unedo, pemerhati lingkungan hidup Kabupaten Kampar dan masyarakat.
Saat diwawancarai, Kepala Dinas Yuricho menjelaskan kegiatan ini merupakan pengembangan dari aduan masyarakat.
“Hari ini Tim Dinas Lingkungan Hidup Kampar turun untuk aduan masyarakat yang kami terima kemarin sekitar pukul 15:00 Wib, dan langsung kami perintahkan pengawas dan kepala bidang penataan untuk melakukan rapat internal dan persiapan investasi verifikasi terhadap kejadian matinya Ikan di beberapa titik yang di informasikan masyarakat. Kami ada tim pengawas, kepala bidang sekalian ada dari Labor,” ucap Yuricho.
Ditambahkan olehnya pihaknya telah mengambil beberapa sampel air dari beberapa titik sungai untuk dilakukan pengecekan di laboratorium dan yang turun kelapangan semuanya dari Dinas Kabupaten Kampar
“Perjalanan kami melakukan investigasi ada beberapa titik sampel air yang telah kami ambil. Ini merupakan bagian dari SOP kami untuk melakukan kajian kajian terdapat apa saja langkah yang akan kami lanjutkan setelah pelaksanaan turun kelapangan ini. Pengawas yang turun semua dari kabupaten Kampar saja, tidak ada dari Provinsi,” tambahnya.
Sementara ketika di tanya terkait penyebab matinya ikan di sungai Kotuk Yuricho dengan tegas mengatakan belum dapat menyimpulkan.
“Oh belum, ini kan masih pengambilan data, pengumpulan informasi dari masyarakat, pemerhati lingkungan, pemerintah Desa dan dari perusahaan yang berada di aliran sungai kotuk. Ini kami kumpul dan akumulasikan, dan tentu akan menjadi rekomendasi kami, apa yang harus dilakukan oleh dinas lingkungan hidup terhadap kejadian matinya Ikan,” ujarnya
Pihaknya mengatakan hasil penyebab matinya ikan didapat setelah dilakukan pengujian sampel air di Labor Provinsi.
“Hasil didapat setelah Pengujian dilaksanakan di Labor di provinsi pada Dinas PU UPTD Labor, kurang lebih 18 hari,” tutupnya.
(Ir. Habeahan).










