RibakNews.com (Rohil) —Ikatan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Ipemarohil) Jakarta mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kabupaten Rokan Hilir. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.747.840.409,01 ini hingga kini belum juga rampung, meskipun masa pelaksanaan telah jauh melewati batas waktu yang ditentukan.
Berdasarkan informasi dan investigasi yang dihimpun Ipemarohil, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Mitra Karya Rohil dengan pengawasan dari konsultan CV. Nusantara Utama Engineering, dan dimulai pada tanggal 29 Juli 2024 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kerja. Namun hingga 11 Juli 2025, proyek Labkesda tersebut belum selesai dan ditemukan kondisi bangunan yang retak-retak, serta indikasi kuat bahwa pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek).
Ironisnya, di lokasi proyek terpampang plang bertuliskan: “Proyek ini terlaksana atas partisipasi Anda membayar pajak”, namun justru menimbulkan kekecewaan publik atas pengelolaan dana yang diduga kuat diselewengkan.
Ipemarohil Jakarta secara tegas meminta APH, khususnya Kejaksaan dan Kepolisian, untuk memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir selaku penanggung jawab kegiatan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tersebut. Dana yang semestinya digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar bagi UKM dan UKP di daerah justru berujung pada proyek yang mangkrak dan tidak dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ketua Umum Ipemarohil Jakarta, M. Syaripudin, menegaskan bahwa apabila tidak ada tindak lanjut konkret dari pihak APH dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan langsung kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
“Kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah uang rakyat, uang negara. Jika tidak ada klarifikasi dan penindakan, maka kami siap melangkah ke KPK dan BPK RI untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas,” tegas Syaripudin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Rokan Hilir belum memberikan klarifikasi resmi atas keterlambatan proyek maupun kondisi bangunan yang bermasalah tersebut.
(Batubara).










