Miris..! APH Dumai Diam Terpaku Melihat Aktifitas Galian C Kian Marak, Siapakah Bekingnya?

RibakNews.com (Dumai) –Mirisnya, tidak ada tindakan tegas atau respon dari sejumlah aparat penegak hukum (APH), Di Kota Dumai terkait Aktivitas Galian C atau Tanah urug Ilegal tanpa memiliki izin dari pihak ESDM Provinsi Riau. Sabtu (25/05/2024).

Pantauan Tim Media di lapangan pada hari Jum’at (24/05) Aktivitas untuk galian C atau tanah timbun urug di lokasi bukit timah Kilometer 8 dan lokasi galian C tanah timbun urug arah Ke Jalan Pelintung juga melakukan aktivitasnya tanpa izin secara jelas terang-terangan, mobil dam truck angkutan tanah timbun urug hasil galian C ilegal mondar-mandir leluasa mengangkutnya.

Menurut Narasumber, salah seorang warga Kota Dumai yang tak mau di sebutkan namanya, dalam pekerjaan timbunan parit (drainase) di Jalan Bukit Timah, Kecamatan Mekarsari kota Dumai, mengatakan. “Sebenarnya aktivitas galian C tanah timbun urug ini sudah berulang kali di datangi Oknum ke pemilik bos tanah galian C, yang di bahas hanya setoran upeti (jatah) pengkondisian kepada oknum lapangan,”.

“Dengan beralasan, mereka (Oknum/Red), dapat menjamin tidak akan di ganggu oleh siapapun dari Oknum-oknum lain, demi kepentingan serta golongan dan pribadi semata dapat mengkondisikan keamanan supaya lancar beroperasi,” tambahnya.

“hanya dengan kesepakatan dua hari saja tutup,tetapi buka lagi lokasi quarinya tetap berlanjut,” ungkap sumber kepada tim Media ini.

hal senada juga diungkapkan pemilik lokasi galian C atau Tanah timbun urug terpaksa membuka usahanya akibat permintaan pelanggan.

hingga berita ini dipublikasikan, hasil investigasi dan konfirmasi terkait pemberitaan media terbit sebelum 169 juta adalah setoran bulanan Galian C tersebut, hal itu dari hasil kesepakatan pihak perusahaan penampungan tanah timbun urug atau galian C ilegal biasanya mengunakan PO (DO) perusahaan proyek Meminta bantuan kepada oknum pembeking agar mulusnya aktivitas galian C keluar- masuk ke pihak perusahaan berlokasi PT yang berada di lubuk gaung masih wilayah Dumai agar tanpa kendala gangguan pemberitaan Media.

(C45T/Red).