‘No Viral No Justice’, Setelah Viral 18 Bulan Mandek Baru Diproses Polsek Mandau Bengkalis.

RibakNews.Com (Bengkalis) –Salah satu korban penganiayaan yang melaporkan pelaku ke Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Diduga tak selesai, hingga korban curhat ke salah satu Media Sosial Tik Tok akun pribadinya. Senin (17/07/2023).

Pasalnya korban sudah melaporkan ke Polsek Mandau Duri Bengkalis pada 20 Januari 2022 namun menurut keterangan korban belum menemukan titik terang.

“Pekernalkan Saya Putra Rojali oktamri warga selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti mengadu perihal kasus saya yang tidak punya titik temu sampai sekarang,” ujarnya.

Selanjutnya putra menceritakan kronologi penganiyaan hingga proses laporan ke Polsek. Berikut keterangan Putra :

“Cerita diawali saat itu tanggal 16 Januari 2022 , saya di keroyok di Duri oleh sekelompok warga jalan nusantara 1 dan nusantara 2,” Paparnya.

Dalam keterangannya juga putra menceritakan sempat dirayu oleh pelaku agar permasalahan ini tidak berlanjut ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Saat itu pelaku pengeroyokan meminta maaf dan meminta pengeroyokan tersebut untuk tidak dilanjutkan dan selesai secara kekeluargaan saja. Namun, saya berdarah-darah dan sampai dibawa menggunakan kursi roda di Rumah sakit umum daerah Mandau karena beberapa luka yang cukup serius di kepala, luka dalam di badan dan lengan,” jelasnya.

Pada keesokkan harinya saya langsung melaporkan perihal pidana tersebut ke Polsek Mandau, dan esoknya lagi saya menerima surat laporan dan mengisi BAP Penyidik, saya saat itu Bripda Yuda namanya, Penyidik itu mengatakan akan memberi kabar jika ada perkembangan soal kasus tersebut. Namun, Setelah 8 bulan saya tidak dikabari dan saya mulai gusar dan tidak tenang dikarenakan traumatis mendalam dalam diri saya cukup mengganggu kehidupan saya, Saya desak dan akhirnya saya dipanggil untuk mediasi , tujuannya apakah akan di lanjutkan perkara ini atau damai dengan ganti rugi sekian-sekian. Namun hasilnya nihil pelaku malah menjanjikan 1 atau 2 minggu untuk mengumpulkan pelaku lain , dan penyidik menyetujui itu,” sambungnya.

Tak sampai disitu usaha sosok pemuda kelahiran Meranti ini akhirnya beranikan diri menyuarakan keadilan lewat media sosial akun tik-toknya berharap simpati dari berbagai pihak, ironisnya setelah viral baru direspon.

“Setelah dua minggu saya menunggu tak kunjung ada kabar dari entah itu penyidik ataupun pelaku, Sampai akhirnya kasus ini 1 tahun lebih hingga video saya viral di tik-tok. Karena video saya viral itulah mereka merespon dan menghubungi saya, Dan saya meminta bantuan untuk membantu saya dalam hal ini dan mendapatkan keadilan terhadap diri saya.” harapnya.

(Batubara).