RibakNews.com (Tubaba) —Dapat kucuran dana hibah Rp 200 juta, Kwarcab Pramuka Kabupaten Tulang Bawang Barat hanya mampu menyumbang Ro 10 juta di ajang Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Selebihnya, Kwarcab justru melimpahkan kekurangan anggaran kepada orang tua peserta pramuka penggalang dengan alasan minim anggaran.
“Dari total dana hibah yang kita targetkan sebesar Rp 200 juta, yang bisa dicairkan baru 50 juta, sehingga kita terpaksa hanya mampu menyumbang 10 juta saja untuk peserta Jambore Nasional 2026 yang akan dilaksanakan pada 13-20 Agustus mendatang,” ungkap Sekertaris Kwarcab Tubaba Abdul Roni mendampingi ketua Kwarcab Tubaba Ponco Nugroho,pada Rabu (1/7/2026).
Dia menambahkan, Dana Rp 10 juta tersebut diperuntukan hanya untuk pimpinan kontingen dan pembina pendamping, sementara biaya peserta penggalang dibebankan kepada orang tua siswa masing masing.
“Berdasarkan musyawarah ,besaran biaya peserta pramuka penggalang ditetapkan sebesar Rp 3,3 juta/peserta, pengelolaannya sendiri dilakukan oleh pimpinan kontingen,* imbuhnya.
Untuk jumlah peserta Jamnas, Abdul Roni mengatakan total peserta berjumlah 38 orang terdiri dari 2 orang pimpinan kontingen, 4 orang pembina pendamping dan 32 orang pramuka penggalang.
Terpisah salah satu pimpinan kontingen Sayuti kepada wartawan membenarkan bahwa peserta pramuka penggalang yang terpilih mengikuti Jamnas 2026, masing-masing dikenai biaya sebesar Rp 3,3 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan mereka sendiri.
“Total anggaran biaya Jamnas 2026 yang ditetapkan kwarcab sebesar Rp 115.507.500,- bersumber dari iuran siswa penggalang Rp 105.337.500,- dan Kwarcab Rp 10.170.000,-,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk rincian anggaran biaya terdiri dari belanja camp fee sebesar Rp 38.300.000,-, Perlengkapan Rp 6.500.000,-, Konsumsi Rp 8.737.500,-, Seragam Rp 30.720.000,- Trasportasi (PP) Rp 30 juta, dan lain lain Rp 1.250.000,-,” imbuhnya.
Sayuti juga menegaskan, bahwa anggaran biaya pimpinan kontingen beseta pembina pendamping tidak memakai anggaran dari iuran peserta penggalang.
“Dana Rp 10 juta dari kwarcab digunakan untuk Camp fee dan sebagian kecil kelengkapan pimpinan kontingen serta pembina pendamping, selebihnya kita pakai biaya sendiri,” tegasnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun awak media para orang tua peserta pramuka penggalang membayar dengan cara mencicil.
“Demi anak-anak dan kebanggaan membawa nama Tubaba di kancah nasional, meskipun berat, biayanya kami upayakan semaksimal mungkin, dengan cara mencicil setiap bulan hingga lunas sebelum keberangkatan mereka Agustus mendatang,ungkap salah satu orang tua peserta.
(IWO).











