RibakNews.com (Kampar) —Fenomena aktivitas penyelewengan bahan bakar minyak (BBM), bersubsidi jenis solar di SPBU nomor 14.284.135 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terus merajalela.
Semakin terungkap, angkutan yang digunakan para oknum pelaku pengepulan BBM solar bersubsidi bukan hanya milik oknum warga yang berjumlah sebanyak empat puluh satu unit jenis L300, Panther, coltdiesel.
Temuan ini semakin menarik, pasalnya kuat dugaan angkutan dumtruck milik perusahaan (PT), turut melakukan pelangsiran dan pengepulan BBM solar bersubsidi dari SPBU Sumber Sari.
Menurut sumber yang identitasnya dirahasiakan guna terciptanya informasi yang berkelanjutan, sebanyak puluhan unit angkutan dumtruck Fuso pengangkutan hasil pertambangan minerba bebatuan (sirtu), bebas melakukan pengisian BBM bersubsidi (Bio Solar), di SPBU Sumber Sari.
Tidak sampai di situ, kuat dugaan dumtruck Fuso yang melakukan pengisian BBM bersubsidi tersebut juga digunakan untuk pengepulan.
Modus operandi pengepulan dilakukan dengan cara pengisian BBM bersubsidi solar secara berulang ulang di SPBU Sumber Sari.
“Dumtruck ngisi bio solar subsidi sampai full tankinya, lalu disedot di sebelah SPBU. Sudah kosong tankinya baru masuk lagi ke SPBU, ngisi lagi sampai full tangkinya, lalu sedot lagi ke jerigen. Orang itu melangsir dari sore sampai malam hari,” terang narsumber, Selasa (09/12/2025).
Sumber mengatakan, pihak SPBU Sumber Sari telah membebaskan angkutan truck Fuso milik perusahaan melakukan pengisian BBM bersubsidi solar.
“Truck semua udah bebas ngisi solar subsidi, ada punya perusahaan, ada juga punya pengusaha pengangkutan sirtu punya orang kasikan. Jatah para pelangsir yang biasa main di SPBU sudah dikurangi, hanya bisa satu print aja per dua puluh empat jam,” ungkap nya.
Hingga kini belum ada tanda tanda penindakan yang dilakukan oleh Aparat penegak hukum Polres Kampar. Diketahui lokasi SPBU Sumber Sari nomor 14.284.235 tidak jauh dari lokasi Kantor Polsek Tapung Hulu.
Manager SPBU Sumber Sari, Ronni Olaswanda, Hingga berita ini terbit belum berhasil dikonfirmasi.
(Ir. Habeahan).










