RibakNews.com (Kampar) —Polsek Tapung Hulu, Polres Kampar disinyalir dengan sengaja tidak melakukan penindakan, penegakan hukum terhadap SPBU nakal yang diduga kuat secara bersama sama bekerjasama dengan para oknum pengepul melakukan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar.
Meski viral secara beruntun pada pemberitaan sejumlah media online, live streaming dan akun sosial media tiktok masyarakat, namun aktivitas penyelewengan BBM bersubsidi solar tersebut terus beroperasi secara bebas terang terangan di SPBU Sumber Sari.
Parahnya lagi, jauh sebelumnya viral pemberitaan media online dan press release Polres Kampar bahwa, penangkapan oknum pelaku penyelewengan BBM bersubsidi solar sudah pernah dilakukan oleh Polsek Tapung Hulu. Namun, beredar informasi bahwa pihak SPBU Sumber Sari sama sekali tidak tersentuh hukum.
Aktivitas penyelewengan BBM bersubsidi solar di SPBU Sumber Sari ini seolah meniadakan kepolisian di wilayah Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Mirisnya lagi, Polsek Tapung Hulu dan Polres Kampar senantiasa dikonfirmasi terkait aktivitas mafia BBM bersubsidi solar dimaksud, namun hal itu tidak pernah digubris. Lebih disayangkan lagi, Kapolsek Tapung Hulu diduga kuat sengaja blokir nomor Whatsapp salah satu Awak Media yang rutin melakukan konfirmasi, terkait dugaan aktivitas penyelewengan BBM bersubsidi solar di SPBU Sumber Sari.
Benarkah Kepolisian menerima upeti bulanan hingga penyelewengan BBM bersubsidi solar bebas beroperasi?, pasalnya di lapangan, SLI (inisial), bersama warga lainnya SPL (inisial) kepada media mengatakan bahwa, aktivitas pengepulan BBM bersubsidi solar oleh mafia BBM bersubsidi di SPBU Sumber Sari terus beroperasi tidak tersentuh hukum.
“tetap nya main orang itu, mau bukti?, mau tau, sore dan malam ini melangsir nya orang itu,” ungkap kedua orang sumber dengan menggunakan bahasa daerah, Selasa malam (25/11/2025), sekira pukul 23:00 wib.
Diberitakan sebelumnya, Mafia BBM bersubsidi solar di SPBU nomor 14.284.135 Sumber Sari diduga kuat taklukkan mata hukum Polres Kampar, Polda Riau. Pasalnya, meski berulang ulang viral menjadi topik tranding pemberitaan puluhan media, aktifitas para pengepul solar bersubsidi secara rutin tetap beroperasi terang terangan.
Di lokasi, awak media kembali menemukan dan mengabadikan antrian panjang diduga kuat angkutan milik para pengepul, sedang melakukan aktivitas pengisian BBM bersubsidi di SPBU Sumber Sari, Jumat (21/11/2025), sekitar pukul 03 subuh Wib.
Sadar akan kedatangan Awak media, para pengepul gerak cepat berhamburan tancap gas meninggalkan SPBU.
Usai mengabadikan aktivitas pengepul BBM bersubsidi di SPBU sumber Sari, awak media kembali mengkonfirmasi hal itu kepada Polsek Tapung Hulu.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya (identitas dirahasiakan) mengatakan bahwa, sebanyak empat puluh satu unit armada roda empat dan roda enam milik perorangan secara bebas mengepul BBM bersubsidi di SPBU 14.284.135 Sumber Sari, Tapung Hulu.
“Ada 41 angkutan yang muat minyak di SPBU tiap hari,” kata narsumber, Minggu (16/11/2025).
Narasumber menerangkan, untuk keamanan para pelaku pengepul BBM bersubsidi ini, pihak SPBU memungut biaya operasional pengisian tangki sebesar Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah/30 liter) dan biaya bulanan angkutan sebesar Rp 700.000,00 (Tujuh ratus ribu Rupiah).
“Sepuluh ribu (10.000) per tiga puluh liter untuk uang pengisian tangki minyak, rata rata satu mobil itu muatannya 70 sampai 80 jerigen, ada yang makai Beby tank disedot pakai sanyo dari tangki waktu ngisi di SPBU. Tujuh ratus ribu (700.000) uang bulanan per satu mobil. Empat puluh satu angkutan yang muat minyak setiap hari. Kata pengawas SPBU uang itu untuk keamanan ke Polsek dan Polda,” terang narsumber.
Menutup keterangannya, narasumber menyebutkan bahwa para pelaku pengepul BBM bersubsidi tersebut dibagi menjadi dua kelompok.
“Sekarang dibagi dua, kelompok A dan kelompok B, tiap kelompok ada group Whatsapp nya. Orang SPBU yang membuat group Whatsapp itu. Makanya kalau ada wartawan atau LSM yang nanya nanya tentang pelangsir minyak ke Polsek, di group langsung diumumkan supaya jangan dulu ngisi sampai aman. Kalau sudah aman nanti diumumkan juga di group WA, barulah masuk semua pelangsir minyak,” ungkap sumber.
Guna meluruskan informasi yang diperoleh, Tim Awak media mengkonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Tapung Hulu IPDA Zulkarnaini melalui pesan WhatsApp Senin, (17/11/2025).
Namun, hingga berita ini dilayangkan, konfirmasi media kepada Polsek Tapung Hulu belum menuai keterangan apapun.
(Ir. Habeahan).










