RibakNews.com (Jakarta) —Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat beserta jajaran turun langsung menyapa serta berdialog dengan Warga Binaan di area lapangan rutan, Senin (24/08). Kegiatan tatap muka ini menjadi wujud nyata kepedulian pimpinan dalam membangun komunikasi yang humanis, sekaligus memastikan kondisi warga binaan senantiasa aman, sehat, dan terkendali.
Kehadiran Kepala Rutan di tengah-tengah ratusan Warga Binaan tidak hanya sebatas menjalankan fungsi otoritas, tetapi juga merangkul warganya dengan pendekatan kekeluargaan. Momen keterbukaan ini dimanfaatkan untuk menyosialisasikan aturan-aturan krusial pemasyarakatan demi kenyamanan dan kebaikan bersama.
Secara tegas namun tetap persuasif, Kepala Rutan, Sumaryo memberikan instruksi terkait ketertiban lingkungan di area blok hunian. Seluruh Warga Binaan diminta untuk proaktif menjaga kebersihan lingkungan serta menanamkan komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan Zero Halinar.
Dalam arahannya, ditekankan bahwa Rutan Kelas I Jakarta Pusat tidak memberikan toleransi terhadap peredaran handphone, narkoba, maupun praktik pungutan liar (pungli). Selain itu, peringatan keras juga diberikan agar tidak ada satu pun warga binaan yang terlibat dalam praktik penipuan (scam) dalam bentuk apa pun dari balik jeruji. Meskipun membawa pesan disiplin yang ketat, penyampaian arahan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan agar pesan pembinaan dapat diterima dengan baik. Di penghujung arahannya, Kepala Rutan mengajak seluruh Warga Binaan untuk senantiasa menumbuhkan rasa tabah dan ikhlas selama menjalani masa pidana.
“Terima kasih semuanya, mari kita sama-sama belajar bersyukur. Menjalani kehidupan ini… apa yang harus ditaati, sepakat ya?” ucap Kepala Rutan.
Pertanyaan tersebut seketika dijawab dengan gemuruh seruan “Sepakat!” dari ratusan Warga Binaan yang hadir di lapangan.
Melalui komunikasi terbuka dan komitmen bersama ini, diharapkan sinergi yang harmonis antara pimpinan, petugas, dan Warga Binaan dapat terjalin semakin erat. Kesadaran untuk menjauhi pelanggaran tata tertib tidak hanya untuk menjaga marwah Rutan Kelas I Jakarta Pusat, melainkan menjadi bekal esensial agar Warga Binaan siap kembali menjadi pribadi yang seutuhnya di tengah masyarakat kelak.
(Batubara).










