Kasus Keracunan Makin Dekat, GP Al-Washliyah Tanjungbalai : SPPG Wajib Awasi Ketat MBG

RibakNews.com (Tanjung Balai) —Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Kota Tanjungbalai memperingatkan hari ini agar pengawasan terhadap distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diperketat seketika, karena kasus keracunan makanan massal sudah mendekati wilayah Tanjungbalai.

Kasus bermula di Berastagi, menyusul Aek Kanopan, dan hari ini terjadi di Kisaran dan titik-titik yang makin mendekat ke Tanjungbalai.

Ketua GP Al Washliyah Kota Tanjungbalai Hendi Kurniawan kepada awak media, Senin ( 14/9/2026 ) menegaskan, tidak boleh ada satu pun celah yang membahayakan anak-anak di kota ini.

“Kita tidak bisa menunggu korban baru muncul baru bertindak. Bahaya sudah di depan mata,” tegasnya.

Ia bahkan tidak hanya mengingatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga mendesak Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak sekadar menjadi penonton administratif. Pemerintah Kota Tanjungbalai punya tanggung jawab moral dan hukum untuk turun tangan langsung dengan melakukan beberapa hal diantaranya :

1. Pemeriksaan Langsung dan Berkala
Dinas Kesehatan bersama BPOM harus segera turun ke dapur-dapur SPPG. Melakukan uji petik sampel makanan, memeriksa kebersihan dapur, serta kesehatan dan kelayakan petugas pengolah makanan secara berkala dan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar tidak ada pengkondisian SPPG.

2. Sanksi Tegas dan Transparan
Harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terbuka untuk umum. Setiap SPPG atau vendor yang lalai menjaga kebersihan dan kualitas makanan langsung dikenakan sanksi hingga pencabutan izin. Tidak ada toleransi.

3. Pengawasan Bersama Orang Tua
Komite sekolah dan orang tua murid wajib dilibatkan dalam pemantauan harian. Makanan yang disantap anak-anak bukan urusan satu pihak saja tapi harus dipantau secara berlapis.

Menurutnya program MBG adalah amanah untuk masa depan bangsa. Jika pengawasan lemah, program yang seharusnya memberi manfaat justru bisa menjadi ancaman nyata bagi ribuan anak.

“Keselamatan anak-anak tidak bisa ditawar. Lebih baik berhati-hati sebelum kejadian, daripada menyesal setelah ada korban,” tutup Ketua GP Al Washliyah Kota Tanjungbalai.

(Rasyid).