PTPN IV Regional III Pekanbaru Berikan Tanggapan Terkait Bocah 5 Tahun Tewas Terkena Egrek Di Kampar

RibakNews.com (Kampar) –Pimpinan Kantor Pusat PT perkebunan Nusantara (PTPN), IV Regional III yang terletak di jalan Rambutan Nomor 43 Pekanbaru memberikan tanggapan terkait bocah 5 tahun tewas terkena egrek di perkebunan sawit PTPN IV Regional III Kebun Sei Garo Desa Pantai Cermin Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Riau yang terjadi pada hari Rabu, (13/08/2025), silam.

Hal itu disampaikan oleh Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap melalui staff humas RPC3 Anggi. Tanggapan itu diberikan melalui pesan WhatsApp. Selasa, (26/08/2025).

Dia menjelaskan bahwa perusahaan telah menyediakan berbagai fasilitas bagi karyawan, termasuk pendidikan, kesehatan, hingga penitipan anak di setiap unit operasional. Dan Dia juga menjelaskan bagaimana bisa kejadian tersebut terjadi.

“Perusahaan telah menyediakan berbagai fasilitas bagi karyawan, termasuk pendidikan, kesehatan, hingga penitipan anak di setiap unit operasional. Namun, pada hari kejadian, anak dari salah satu karyawan yang telah bekerja bersama kami selama lima tahun terakhir ini, yang biasanya dititipkan di fasilitas tersebut, sedang dalam kondisi rewel. Sehingga, oleh ibunya memutuskan untuk membawanya menemani saat mengantarkan bekal makanan kepada suami,” ujarnya.

“Setibanya di lokasi kerja, ibu korban langsung menyiapkan bekal, sementara anaknya bermain di sekitar area kerja. Dalam situasi itulah, secara tidak terduga, korban tertimpa batang egrek fiber yang digunakan untuk memanen buah sawit. Korban segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan, namun sangat disayangkan, nyawanya tidak dapat diselamatkan,” ungkapnya.

Anggi juga memaparkan bentuk tanggungjawab dari perusahaan terhadap keluarga korban.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan telah memenuhi seluruh hak keluarga korban, termasuk memberikan santunan sosial, membantu akomodasi, transportasi, serta menanggung biaya pemakaman di kampung halaman sesuai permintaan keluarga,” paparnya.

Terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Dia menegaskan hal itu menjadi prioritas dalam mewujudkan operasional berkelanjutan yang ada di perusahaan tersebut. Bahkan Dia memaparkan pihaknya telah mendapatkan 33 bendera emas K3 sebagai bukti komitmen mereka dalam menerapkan K3 yang Profesional, konsisten dan berkelanjutan.

“Penerapan K3 kami dilakukan secara profesional, konsisten, dan berkelanjutan, dengan mengacu pada standar yang berlaku serta melibatkan seluruh jajaran perusahaan. Sebagai bukti komitmen tersebut, kami meraih 33 bendera emas K3, termasuk salah satunya di Kebun Sei Garo. Pencapaian ini menjadi pengakuan nyata atas upaya berkesinambungan kami dalam menjaga keselamatan pekerja, memastikan lingkungan kerja yang sehat, serta mendukung produktivitas yang berkelanjutan. Kami akan terus meningkatkan penerapan K3 di seluruh unit kerja agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi karyawan, perusahaan, dan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nya mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti mengenai informasi tersebut.

“Siap Bapak, segera akan kami tindak lanjuti mengenai informasi yg bapak sampaikan, terimakasih atas informasi nya,” balasnya Selasa, (26/08/2025).

Masyarakat meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan perusahaan harus mengutamakan kepentingan keselamatan pekerja dan meningkatkan pengawasan dilapangan.

(Ir. Habeahan).