Diduga Remaja Korban Penganiayaan Guru Pesilat Gadungan Di PT Tunggal Yunus Berujung Meninggal, Sempat Dirawat Di RS

RibakNews.com (Kampar) —Andika (18), seorang pemuda anak dari salah satu karyawan panen di perusahaan perkebunan PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri), yang berada di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban Penganiayaan oleh oknum Guru perguruan Kera Sakti dengan modus menguji fisik yang dinilai sangat berlebihan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Ribaknews.com, Andika meninggal pada hari Senin (03/11/25), sekitar pukul  23:00 WIB di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, setelah  2 hari dirumah sakit di rawat.

Paman Andika (Arman), mengungkapkan Andika koma hingga meninggal. Arman menceritakan kronologisnya

“berdasarkan hasil rongsen pihak RS Syafira menyampaikan ada memar serius di bagian kepala,sebelumnya si anak ini tadi sebelum dia sakit di dalam ini kan ada perguruan karate kungfu ,kalau nggak salah  pengakuan si gurunya selama ini buka perguruan ada dia permisi sama pihak manajemen  atau  pimpinan perusahaan Tunggal Yunus,habis itu  ada dia permisi katanya sama pemerintahan setempat RT” ungkap Arman (05/11/25).

Arman mengakui tidak tahu siapa nama Guru silat tersebut.

“kurang tau saya, guru Ini (guru silat),  orang flores tinggal di perumahan pabrik (PKS), sebagai pekerja perawatan kebun sawit,” bebernya.

Lebih lanjut Arman menjelaskan Dia (oknum guru), membuka perguruan silat dihalaman rumah yang ia tinggali dan setiap malam latihan.

Masih di lokasi kediaman korban (perumahan karyawan kebun), Ayah korban bersama ibu korban  menjelaskan selain memar dikepala, Andika mengalami kerusakan organ perut bagian dalam, akibat pukulan tenaga dalam.

“pihak rumah sakit (dokter), menyampaikan kecurigaan penyakit apa yang dialami Andika hingga mengeluarkan cairan sejenis cairan warna empedu, namun nyawanya tidak tertolong,” ucap ibunya dengan raut wajah sedih.

Ayah Andika menceritakan, awalnya Andika demam tinggi setelah pulang dari latihan perguruan Kera sakti Jumat malam (31/10/25), namun karena anaknya tipe pendiam dan tidak biasa ngeluh apa yang dialami , sementara kondisi Andika  semakin drop tak sadar diri besok harinya dilarikan ke RS Syafira Pekanbaru.

Terpisah, di komplek perumahan karyawan pabrik (PKS), sejumlah sumber mengungkapkan ada aktivitas perguruan silat ilegal berdiri di komplek perumahan karyawan pabrik melenggang selama 4 bulan hingga memakan korban.

Sumber mengaku melihat aktivitas perguruan silat sangat ekstrim atau sangat berlebihan dalam menguji kemampuan fisik muridnya.

“Guru memukul muridnya pada bagian punggung dan kepala menggunakan kayu bulat,” ungkap sumber.

Masih sekitar komplek perumahan karyawan pabrik, sumber lain mengakui melihat setiap latihan dihalaman rumah yang ditempati oleh Guru perguruan silat. Tubuh muridnya kerap menerima tendangan di punggung, dada dan perut dari oknum Guru silat, selain tendangan juga menerima pukulan pada bagian punggung dan kepala mengunakan bambu sebesar gagang sapu (3/4″).

Namum, sangat miris sejumlah sumber  tidak ada yang mengetahui siapa nama asli si oknum (Guru perguruan silat), tersebut.

Diketahui, dugaan sementara peristiwa hilangnya nyawa seorang remaja akibat praktek perguruan silat ilegal di kawasan perusahaan perkebunan PT Tunggal Yunus (Estate Asian Agri), Topaz belum tercium oleh aparat kepolisian setempat.

(Ir. Habeahan).