Penataan Jalan Ir. Juanda Bekasi Timur Beri Harapan Baru, Proyek Capai 85–92 Persen

RibakNews.com (Bekasi) —Harapan akan hadirnya kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu mengurangi persoalan genangan mulai dirasakan masyarakat di sepanjang Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ruas jalan yang setiap hari menjadi salah satu urat nadi perdagangan dan mobilitas masyarakat tersebut kini tengah menjalani pembenahan. Penataan saluran air sekaligus peningkatan Jalan Ir. Juanda menjadi perhatian para pedagang, pemilik ruko, maupun masyarakat yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.

Selama bertahun-tahun, persoalan genangan ketika hujan turun menjadi salah satu keluhan masyarakat. Air yang menggenangi sejumlah titik tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan dan kelancaran pengguna jalan.

Kini, kondisi tersebut diharapkan perlahan berubah melalui pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung.

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melaksanakan pekerjaan penataan saluran dan peningkatan Jalan Ir. Juanda, tepatnya di kawasan strategis yang berada di sekitar Pasar Baru Bekasi dan menjadi salah satu akses menuju Terminal Bekasi.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Alviz Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp6.156.679.642.

Pelaksanaan Dinilai Maksimal

Ketua DPD LSM Kampak-RI Provinsi Jawa Barat, Indra Pardede, turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ia menilai pelaksana proyek telah berupaya menjalankan pekerjaan secara maksimal, terutama dari sisi teknis konstruksi yang terlihat di lokasi.

“Menurut pemantauan kami di lapangan, kontraktor pelaksana benar-benar bekerja secara maksimal. Terlihat dari pemasangan tie bar pada sambungan antar-gelaran beton dengan lebar 3,5 meter, begitu juga pemasangan dowel dan ketebalan beton yang terlihat telah mengacu pada spesifikasi yang disyaratkan,” ujar Indra kepada awak media.

Ia berharap kualitas pekerjaan tetap dipertahankan hingga proyek selesai dan dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur lainnya.

“Harapan kami ke depan, Dinas Bina Marga semakin banyak mendapatkan pelaksana yang benar-benar bertanggung jawab, baik secara moral maupun teknis. Yang paling penting, kualitas pekerjaan harus tetap menjadi prioritas karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pedagang Sambut Positif

Bagi para pedagang dan pemilik usaha yang telah bertahun-tahun menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan Jalan Ir. Juanda, pembangunan tersebut bukan semata-mata mengenai beton, saluran, maupun peningkatan badan jalan.

Lebih jauh, pekerjaan itu menjadi harapan agar kawasan perdagangan tersebut dapat menjadi lebih nyaman dan persoalan genangan yang selama ini muncul ketika musim hujan dapat diminimalkan.

Salah seorang pedagang di sekitar lokasi menyambut positif pembenahan yang sedang dilakukan.

“Kami sudah bertahun-tahun berjualan di sini. Selama ini kalau musim hujan, persoalan genangan sering menjadi keluhan. Kami berharap penataan saluran dan peningkatan jalan ini bisa membuat kondisi kawasan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara baik akan memberikan manfaat langsung bagi pedagang, pembeli, maupun masyarakat yang melintas.

“Kami berharap setelah selesai, kawasan ini menjadi lebih baik dan nyaman. Mudah-mudahan persoalan banjir atau genangan juga dapat berkurang,” katanya.

Progres Pekerjaan 85–92 Persen

Sementara itu, pihak pelaksana kegiatan dari CV. Alviz Pratama, H. Sidik, menjelaskan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan mengacu pada dokumen teknis yang telah ditetapkan.

Ia mengatakan, pelaksanaan pekerjaan berpedoman pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Kami melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan apa yang telah tertuang dalam RAB dan Kerangka Acuan Kerja atau KAK yang telah ditetapkan. Semua pekerjaan kami laksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujar H. Sidik.

Ia menyebutkan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 85 hingga 92 persen.

Menurutnya, pihak pelaksana terus berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan ini. Memang selama proses pembangunan ada aktivitas pekerjaan di lapangan, tetapi semuanya dilakukan demi terciptanya kondisi jalan dan saluran yang lebih baik,” ungkapnya.

Infrastruktur Strategis bagi Aktivitas Masyarakat

Jalan Ir. Juanda memiliki posisi strategis dalam aktivitas masyarakat Kota Bekasi. Keberadaan Pasar Baru Bekasi membuat arus perdagangan dan mobilitas masyarakat berlangsung cukup padat setiap harinya.

Selain itu, ruas jalan tersebut juga menjadi salah satu akses menuju Terminal Bekasi.

Karena itu, pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik semata. Peningkatan kualitas jalan dan saluran diharapkan mampu memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas, kenyamanan masyarakat, aktivitas perdagangan, serta pengelolaan drainase.

H. Sidik berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat setelah seluruh pekerjaan rampung.

“Kami berharap setelah pekerjaan ini selesai, akses masyarakat menjadi lebih lancar dan nyaman. Mudah-mudahan apa yang sedang dikerjakan ini dapat memberikan manfaat sesuai dengan harapan Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat,” katanya.

Bukan Sekadar Beton dan Aspal

Bagi masyarakat sekitar Jalan Ir. Juanda, pembangunan tersebut pada akhirnya bukan sekadar persoalan beton, aspal, maupun saluran air.

Ada harapan yang jauh lebih besar: kawasan perdagangan menjadi lebih nyaman, mobilitas masyarakat semakin lancar, dan persoalan genangan yang selama ini menjadi keluhan dapat diminimalkan.

Karena itu, kualitas menjadi bagian penting yang patut diperhatikan hingga pekerjaan benar-benar selesai.

Pembangunan infrastruktur publik pada akhirnya tidak hanya dinilai dari seberapa cepat pekerjaan diselesaikan, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan dan sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Di tengah aktivitas para pekerja dan lalu lintas yang terus bergerak di sepanjang Jalan Ir. Juanda, harapan masyarakat pun sederhana: ketika pembangunan selesai, kawasan ini benar-benar menjadi lebih tertata, lebih nyaman, lebih aman bagi pengguna jalan, serta mampu mengurangi persoalan genangan yang selama ini berulang setiap musim hujan.

(Batubara).